Tampilkan postingan dengan label jakarta. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label jakarta. Tampilkan semua postingan
Rabu, 28 Januari 2015
Ini Cara Pembayaran di Mesin Parkir Meter Elektronik
beritakabar.blogspot.com - Terminal Parkir Elektronik (TPE) telah diluncurkan di jalan Sabang, Jakarta Pusat (29/1). Selanjutnya menyusul akan dipasang 138 alat parkir meter di empat lokasi.
Guna memudahkan akses pembayaran elektronik, Alat pembayaran parkir ini juga telah diintegrasikan oleh enam bank, yakni BNI, Bank Mandiri, BRI, Bank Mega, BCA dan Bank DKI.
Berikut ini cara pembayaran biaya parkir meter dengan uang elektronik tersebut.
1. Tempelkan kartu uang elektronik pada reader di TPE.
2. Pilih jenis dan tipe kendaraan.
3. Masukan nomor polisi kendaraan.
4. Masukan perkiraan jangka waktu/lama parkir.
5. Setelah muncul konfirmasi biaya, pilih tanda ceklis/centang
6. Ambil struk tanda bukti pembayaran yang keluar secara otomatis.
Terminal Parkir Meter Elektronik Jakarta Diluncurkan Hari Ini
beritakabar.blogspot.com - Sejak hari ini metode pembayaran parkir meter dengan Terminal Parkir Elektronik (TPE) akan diuji di jalan Sabang, Jakarta Pusat. Hal ini disampaikan oleh Kepala UP Perparkiran Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Sunardi M Sinaga dalam peresmian TPE di Jalan Sabang, Jakarta Pusat (29/1).
Sinaga mengatakan pembayaran parkir menggunakan uang elektronik di TPE didukung oleh enam bank, yakni BNI, Bank Mandiri, BRI, Bank Mega, BCA dan Bank DKI.
"Ini dapat memudahkan masyarakat melakukan transaksi pembayaran parkir, meningkatkan transparansi pendapatan perparkiran dan mengatasi kebocoran pendapatan parkir," ujar Kepala UP Perparkiran Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Sunardi M Sinaga.
Cara membayar parkir menggunakan uang elektronik di mesin parkir, hanya perlu menempelkan kartu uang elektronik pada reader di TPE. Kemudian pilih jenis kendaraan, lalu isi nomor polisi kendaraan serta perkiraan jangka waktu parkir. Setelah muncul konfirmasi biaya, pilih tanda centang dan struk tanda bukti pembayaran akan otomatis keluar.
Sinaga mengatakan rencananya akan dipasang 138 mesin parkir yang tersebar di empat lokasi. Yakni di Kelapa Gading, Jakarta Utara, di Jalan Falatehan, Jakarta Selatan, di Jalan Pintu Kecil, Jakarta Barat dan Jalan Balai Pustaka, Jakarta Timur.
Dalam acara peluncuran TPE ini hadir juga Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahya Purnama atau Ahok.
Sinaga mengatakan pembayaran parkir menggunakan uang elektronik di TPE didukung oleh enam bank, yakni BNI, Bank Mandiri, BRI, Bank Mega, BCA dan Bank DKI.
"Ini dapat memudahkan masyarakat melakukan transaksi pembayaran parkir, meningkatkan transparansi pendapatan perparkiran dan mengatasi kebocoran pendapatan parkir," ujar Kepala UP Perparkiran Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Sunardi M Sinaga.
Cara membayar parkir menggunakan uang elektronik di mesin parkir, hanya perlu menempelkan kartu uang elektronik pada reader di TPE. Kemudian pilih jenis kendaraan, lalu isi nomor polisi kendaraan serta perkiraan jangka waktu parkir. Setelah muncul konfirmasi biaya, pilih tanda centang dan struk tanda bukti pembayaran akan otomatis keluar.
Sinaga mengatakan rencananya akan dipasang 138 mesin parkir yang tersebar di empat lokasi. Yakni di Kelapa Gading, Jakarta Utara, di Jalan Falatehan, Jakarta Selatan, di Jalan Pintu Kecil, Jakarta Barat dan Jalan Balai Pustaka, Jakarta Timur.
Dalam acara peluncuran TPE ini hadir juga Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahya Purnama atau Ahok.
Heboh, Ini Gaji Baru PNS DKI Jakarta
beritakabar.blogspot.com - Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok akan memberikan gaji lebih besar bagi Pegawai Negeri Sipil (PNS).
"Pokoknya kita pengen bikin orang bangga kerja di sini sama bangganya kaya kerja di Citibank, perusahaan minyak, gaji PNS akan lebih besar dari gaji swasta," ujar Ahok beberapa waktu lalu.
Ahok mengatakan tujuannya ingin mereformasi birokrasi di pemerintahan dengan menggaji tinggi, harapannya agar PNS dapat bekerja lebih efisien hingga tak ada lagi yang main proyek dan mengakali APBD.
"Kita akan pacu APBD lebih tinggi dengan efisiensi sehingga kita juga bisa sejahterakan PNS di Provinsi DKI Jakarta," kata Ahok.
Berikut prediksi besaran gaji Pejabat struktural yang akan diberikan Pemprov DKI Jakarta:
Lurah: Rp 33.730.000
Camat: Rp 44.284.000
Kepala Biro: Rp 70.367.000
Kepala Dinas: Rp 75.642.000
Kepala Badan: Rp 78.702.000
Pejabat Fungsional: Rp 9 s/d Rp 22 juta
Staf kantongi: Rp 13 juta
Disisi lain, Ahok mengatakan akan mencopot jabatan fungsional PNS yang tidak kerja atau malas, hal ini tentu akan berpengaruh pada pendapatannya.
"PNS yang tidak kerja Rp 9 juta," kata Ahok di Balai Kota Jakarta.
"Pokoknya kita pengen bikin orang bangga kerja di sini sama bangganya kaya kerja di Citibank, perusahaan minyak, gaji PNS akan lebih besar dari gaji swasta," ujar Ahok beberapa waktu lalu.
Ahok mengatakan tujuannya ingin mereformasi birokrasi di pemerintahan dengan menggaji tinggi, harapannya agar PNS dapat bekerja lebih efisien hingga tak ada lagi yang main proyek dan mengakali APBD.
"Kita akan pacu APBD lebih tinggi dengan efisiensi sehingga kita juga bisa sejahterakan PNS di Provinsi DKI Jakarta," kata Ahok.
Berikut prediksi besaran gaji Pejabat struktural yang akan diberikan Pemprov DKI Jakarta:
Lurah: Rp 33.730.000
Camat: Rp 44.284.000
Kepala Biro: Rp 70.367.000
Kepala Dinas: Rp 75.642.000
Kepala Badan: Rp 78.702.000
Pejabat Fungsional: Rp 9 s/d Rp 22 juta
Staf kantongi: Rp 13 juta
Disisi lain, Ahok mengatakan akan mencopot jabatan fungsional PNS yang tidak kerja atau malas, hal ini tentu akan berpengaruh pada pendapatannya.
"PNS yang tidak kerja Rp 9 juta," kata Ahok di Balai Kota Jakarta.
Djarot Mengaku Namanya Dicatut Oknum Penipu
beritakabar.blogspot.com - Wakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat mengungkapkan, masih ada saja oknum yang menjual namanya untuk melakukan penipuan terhadap sejumlah pihak. Oknum tersebut menjanjikan jabatan tertentu di BUMD DKI Jakarta dengan mengatasnamakan Djohan.
"Ada oknum yang mengaku orang saya, ia meminta transfer uang ratusan juta supaya ditempatkan di BUMD." ungkapnya saat blusukan di Jakarta Barat (27/1).
Djarot mendapatkan informasi tersebut dari pihak yang hendah ditipu oknum tersebut. Djarot kini telah memerintahkan pihak intelijen untuk menyelidiki dan menangkap oknum tersebut.
"Kami selidiki orang-orang itu. Nomor telepon yang digunakan oleh mereka akan kami lacak. Harus ditangkap karena itu merugikan saya dan orang lain." ungkapnya.
Djarot menegaskan, dirinya tidak pernah menjanjikan apapun. "Tidak ada janji semacam itu. Itu murni penipuan. Harus diselidiki," tegas Djarot.
Langganan:
Postingan (Atom)



